Pages

Wednesday, February 19, 2014

Lukisan Alam

Temaram senja
Merambat pelan
Mengusir siang
ciptakan malam

Satu demi satu unggas melayang
setelah penat mencari makan
mereka kembali menuju sarang

Suara jangkrik menyanyi riang
Mengusik sepi sunyinya malam

Bintang hadir dengan cahaya cemerlang
Bulanpun turut pancarkan sinar
Mencambah indahnya suasana malam

Oh Tuhan yang kuasa...
Kau gubah begitu indah
Malam ini bagaikan lukisan alam

Puji syukur kupanjatkan
Hanya kepadamu tuhan...
Atas semua karunia-Mu ini

Ketika malam beranjak pergi
Sesaat lagi berganti diri
Tampak diantara dedaunan
Butiran embun pancarkan sinar
Menyambut tibanya cahaya fajar

Karya -RAC-

Belum Ada Judul

Suasana meriah didalam night club
Banyak tuan-tuan yang asik berkencan
Sana-sini minuman sana-sini perempuan
Lupa anak istri lupa segala yang ada dirumah

    Zaman sudah terbalik dunia semakin gila
    Tingkah pola yang muda selalu disalahkan
    Katanya muda-mudi semakin tak tahu diri
    Padahal si tua suka memberi contoh yang tidak benar
    Mari muda-mudi singsingkan lengan baju

Mereka anggap dunia sebuah club malam
Mumpung masih ada mumpung masih jaya
Hindarkan kebodohan katanya!!
Jauhkan kemiskinan katanya!!
Biarlah kita yang pintar
Biar si bodoh semakin bodoh

    Coba dong rubah sikapmu
    Jangan sok berlebihan
    Kalau kita kaya tengoklah kebawah
    Jangan sok ringan tangan
    Memvonis sana-sini
    Aku pernah baca di koran
    Hukum belum bisa menjamin
        "Keadilan"

Kenangan SMK

Masa muda pesona remaja
Disaat sekolah ini tercipta
Disekolah menengah khususnya (SMK)
Disana berpijar cahaya ria
    Romantika indah & ceria
    Diantara sekolah & cinta
    Dalam cita juga dalam cinta
    Disana terkumpul sejuta indah
Walau cinta hanya tinggal kenangan
Kenangan yang paling indah
Namun cita-cita terus berlaju
Yang menembus kelam
Dan meraih bintang
    Bagai bunga yang tak pernah layu (Edelweis)
    Kan abadi selalu dihati
    dalam suka juga dalam duka
    Romantika indah cita & cinta

Frustasi

Frustasi..???
Bukan...!!!
Hanya keluhan tentang
umat manusia yang makin
dalam terbenam dalam
kebatilan dan kesia-siaan
dalam hidup.
Yang dibayangi ambisi
pribadi dan angkara murka.
Kita semua akan mati
dan pasti mati
akan tergores pada nisan liku-liku
hidup, aib dan noda yang
hitam dan serong
Tak ada bung
yang ada hanya
kelu yang beku
dicekam sunyi
yang mati